Dosen UMM Sholahuddin Al Fatih Raih Peringkat 100 Akademisi Terbaik Dunia

Dosen UMM Sholahuddin Al Fatih Raih Peringkat 100 Akademisi Terbaik Dunia
Foto: Ilustrasi Dosen UMM Sholahuddin Al Fatih Raih Peringkat 100 Akademisi Terbaik Dunia.

Seorang dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al Fatih, sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Seperti diberitakan oleh Edukasi, namanya berhasil masuk dalam daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia dalam bidang Ilmu Sosial versi lembaga pemeringkatan measuresHE.

Pencapaian luar biasa ini menempatkan dosen yang akrab disapa Fatih tersebut sejajar dengan para peneliti terkemuka dari berbagai universitas papan atas global. Beberapa di antaranya berasal dari Oxford University di Inggris hingga Deakin University di Australia.

Berbeda dengan sistem penilaian institusi pada umumnya, lembaga measuresHE menerapkan evaluasi yang berfokus pada rekam jejak individu peneliti secara objektif. Sistem pemeringkatan ini juga dilakukan secara independen tanpa menerapkan skema langganan yang berbayar.

Fatih menjelaskan bahwa sistem pemeringkatan internasional ini mengandalkan tiga indikator metrik yang sangat ketat untuk menilai kualitas para akademisi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan terpilihnya figur intelektual yang memiliki kapabilitas murni.

Ketiga metrik evaluasi tersebut terdiri atas Research Gravitas yang berfungsi mengukur kedalaman aspek intelektual, serta Olympic Mean yang digunakan untuk menyaring konsistensi mutu dari setiap karya ilmiah. Indikator terakhir adalah Interaction Credit sebagai bentuk penghargaan atas kolaborasi riset yang bersifat substantif.

Seluruh basis data dalam penilaian tersebut dilacak secara otentik melalui platform profil akademik yang telah terverifikasi secara global. Proses pelacakan ini memanfaatkan data dari indeks Scopus serta Web of Science.

Fatih memberikan apresiasi tinggi terhadap metodologi independen yang diterapkan oleh pihak measuresHE dalam menentukan figur-figur akademisi yang layak masuk ke dalam daftar prestisius tersebut.

Menurut pandangannya, lembaga measuresHE secara nyata menguji kualitas dan kedalaman substansi dari naskah tulisan para nominator. Proses kurasi tersebut dilakukan tanpa memandang latar belakang nama besar instansi tempat akademisi bernaung.

Fatih memegang teguh komitmen bahwa keberhasilan menembus jajaran elit peneliti dunia bukan sekadar diukur dari banyaknya jumlah artikel yang diterbitkan. Baginya, esensi utama terletak pada pembuktian kedalaman serta dampak konkret yang dihasilkan oleh suatu karya ilmiah bagi masyarakat luas.

"Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke-91," kata Fatih.

Rekam jejak kepenulisan Fatih mencatat dirinya telah mempublikasikan sekitar 60 artikel ilmiah yang terindeks di Scopus. Selain itu, ia memiliki 5 artikel di Web of Science Core Collection, serta ratusan karya ilmiah lain yang terdata di Google Scholar.

Tema-tema penelitian yang ia pilih secara konsisten mengangkat isu-isu yang bersentuhan langsung dengan dinamika di masyarakat. Fokus studinya banyak mengulas sektor teknologi, perkembangan media sosial, serta transformasi hukum di era disrupsi saat ini.

"Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat," ujar Fatih.

Salah satu bukti nyata dari riset yang memberikan dampak sosial terlihat dari karya unggulannya yang disusun saat masa pandemi pada tahun 2021 lalu. Melalui studi tersebut, ia membedah pola ekspresi masyarakat di platform media sosial beserta segala konsekuensi hukum yang menyertainya.

Meskipun tema yang diambil sangat dekat dengan aktivitas keseharian publik, riset ini memiliki bobot analisis yang kuat. Fokus utamanya mengkaji bagaimana dinamika di ruang digital dapat memicu tekanan psikologis hingga membuahkan jeratan hukum bagi pengguna.

Studi ilmiah tersebut sekaligus mempertegas prinsip bahwa aturan hukum tidak boleh berhenti menjadi kajian teori di atas kertas. Sebaliknya, instrumen hukum harus mampu hadir dan memberikan solusi praktis di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui berbagai hasil penelitian yang telah dipublikasikan, kontribusi Fatih dinilai memberikan dampak nyata pada dua aspek utama. Risetnya terbukti memperkaya ruang diskusi akademis sekaligus menawarkan sudut pandang yang solutif untuk diterapkan dalam praktik di lapangan.

Dukungan Fasilitas dan Ekosistem Kampus

Pencapaian skala global ini tidak lepas dari peran penting pihak universitas yang telah membangun ekosistem riset yang kondusif. UMM secara konsisten menyediakan fasilitas penunjang seperti akses gratis ke jurnal-jurnal primer, jaringan internet, hingga pemberian insentif khusus untuk publikasi ilmiah.

Fatih mengharapkan agar kesuksesan yang diraihnya mampu meningkatkan reputasi institusi UMM di mata dunia internasional. Di samping itu, raihan ini diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi sesama rekan dosen serta para mahasiswa untuk aktif menulis.

Ia turut membagikan kiat suksesnya dalam menjaga produktivitas ilmiah, yaitu dengan cara merawat konsistensi ide melalui kebiasaan rutin mencatat kerangka pemikiran setiap hari.

"Capaian ini menjadi dorongan agar UMM semakin dikenal secara global, sekaligus memacu semangat menulis para dosen dan mahasiswa. Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!" kata Fatih.

Artikel terkait

Rekomendasi